Tuesday, 27 December 2011
WORLD BAMBOO INOVATION DIBANGUN DI BANDUNG TAHUN 2012
Pemprov Jabar akan membangun World Bambu Inovasi pada tahun 2012 . Hal itu dilakukan untuk mengenalkan bambu kepada masyarakat.
World Bambu Inovasi, dimaksudkan bahwa bambu tidak hanya digunakan untuk alat musik dan alat-alat rumah tangga saja, tetapi dapat memecahkan permasalahan di bidang konstruksi, di luar negeri bambu sudah jadi bagian arsitektur," tutur Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf kepada wartawan di sela-sela acara Bambu Nusantara ke-5 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Ganesa), Jalan Taman Sari Kota Bandung, Sabtu (1/10/2011).
Untuk arsitektur dan kebutuhan konstruksi saat ini di Jabar, sudah mulai dikenalkan dalam bentuk saung khas Jabar. Namun masih perlu ada pengembangan lain misalnya menjadi furnitur di kafe, bahkan bisa jadi bahan dasar bangunannya.
"Kalau di luar negeri sudah ada yang buat bambu jadi stadion mini, di Indonesia baru terbatas saung jadi perlu dikembangkan lagi," tambahnya.
Dede mengatakan, dunia arsitektur memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan bambu sebagai bagian dari konstruksi bangunannya. "Mungkin nanti bisa bangun rumah dari bambu," terangnya. [gin] www.inilah.com
World Bambu Inovasi, dimaksudkan bahwa bambu tidak hanya digunakan untuk alat musik dan alat-alat rumah tangga saja, tetapi dapat memecahkan permasalahan di bidang konstruksi, di luar negeri bambu sudah jadi bagian arsitektur," tutur Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf kepada wartawan di sela-sela acara Bambu Nusantara ke-5 di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Ganesa), Jalan Taman Sari Kota Bandung, Sabtu (1/10/2011).
Untuk arsitektur dan kebutuhan konstruksi saat ini di Jabar, sudah mulai dikenalkan dalam bentuk saung khas Jabar. Namun masih perlu ada pengembangan lain misalnya menjadi furnitur di kafe, bahkan bisa jadi bahan dasar bangunannya.
"Kalau di luar negeri sudah ada yang buat bambu jadi stadion mini, di Indonesia baru terbatas saung jadi perlu dikembangkan lagi," tambahnya.
Dede mengatakan, dunia arsitektur memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan bambu sebagai bagian dari konstruksi bangunannya. "Mungkin nanti bisa bangun rumah dari bambu," terangnya. [gin] www.inilah.com
KENAPA MUSEUM BELUM JADI TUJUAN WISATA ?
Minat masyarakat khususnya pelajar masih minim mendatangi museum yang
menyimpan benda purbakala dan nilai-nilai sejarah salah satunya dipicu karena
konsep penataan koleksi, fasilitas pendukung dan upaya promosi.
Museum di Indonesia belum jadi prioritas kunjungan wisata .Diharapkan
nantinya museum bisa menjadi tujuan prioritas wisata seperti di Thailand.
Selain alasan tersebut juga faktor sarana penunjang ke museum masih minim,
seperti transportasi kendaraan yang mengantar wisatawan atau pelajar yang hendak
mengunjungi museum.
Di Thailand, saat wisatawan datang dengan sendirinya mereka dapat memahami
tanpa bantuan guide atau pemandu.karena presentasi dari koleksi barang di museum
yang cukup jelas.
Revatilisasi museum perlu dilakukan dan perlu adanya pengaturan yang berubah ubah
agar selalu memberikan suasana baru.
menyimpan benda purbakala dan nilai-nilai sejarah salah satunya dipicu karena
konsep penataan koleksi, fasilitas pendukung dan upaya promosi.
Museum di Indonesia belum jadi prioritas kunjungan wisata .Diharapkan
nantinya museum bisa menjadi tujuan prioritas wisata seperti di Thailand.
Selain alasan tersebut juga faktor sarana penunjang ke museum masih minim,
seperti transportasi kendaraan yang mengantar wisatawan atau pelajar yang hendak
mengunjungi museum.
Di Thailand, saat wisatawan datang dengan sendirinya mereka dapat memahami
tanpa bantuan guide atau pemandu.karena presentasi dari koleksi barang di museum
yang cukup jelas.
Revatilisasi museum perlu dilakukan dan perlu adanya pengaturan yang berubah ubah
agar selalu memberikan suasana baru.
63 Koleksi Bambu Milik Museum Dipamerkan di Mal

INILAH.COM, Bandung - Sebanyak 63 benda koleksi terbuat dari awi atau bambu milik Museum Negeri Sri Baduga dipamerkan di Mal Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka, Kota Bandung.
Pameran berlangsung mulai dari Selasa (11/10/2011) hingga Minggu (16/10/2011) tersebut, menghadirkan berbagai benda koleksi dari bambu yang digunakan untuk berbagai keperluan. Seperti sistem pengetahuan, mata pencaharian, peralatan hidup, kesenian, permainan anak, dan senjata yang dipergunakan masyarakat Jabar.
"Bambu sudah menjadi bagian hidup dari masyarakat Jabar, pada masa lalu maupun sekarang. Makanya kalau bambu dimusnahkan masyarakat Jabar akan rusak," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudyaan (Disparbud) Jabar Herdiwan Iing Suranta kepada wartawan di sela pembukaan pameran 'Kriya Awi Koleksi Museum Negeri Sri Baduga' di BIP, Selasa (11/11/2011).
Pengenalan koleksi bambu dalam pameran tersebut dilakukan karena kini orang Jabar lebih sering menggunakannya bambu hanya sebatas tempat sampah.
"Saat ini, di kita banyak bambu dibuat menjadi tempat sampah, dan masyarakat hanya mengenal sebatas itu. Sementara di Argentina bambu sudah digunakan untuk membuat stadion. Padahal bambunya berasal dari kita," pungkasnya. [rry]
37 Bambu Nusantara yang Mulai Langka
37 Bambu Nusantara Tergolong Langka - Sebanyak 1.250 jenis bambu tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, 159 di antaranya terdapat di Indonesia dan 88 merupakan spesies bambu endemik nusantara.

Jatmika, pemimpin Yayasan Bambu Indonesia, mengungkapkan, "37 jenis bambu di Jawa Barat kini sangat langka. Sudah sulit untuk ditemukan. Padahal dulu tersebar luas."
Ia mengungkapkannya Kamis (13/1/11) dalam acara penandatanganan nota kesepahaman program konservasi bambu oleh Yayasan KEHATI dan Alstom Indonesia, didukung oleh Yayasan Bambu Indonesia.
"Salah satunya adalah bambu eul-eul. Orang Sunda percaya, bambu ini bisa mengobati 41 macam penyakit. Bahan obatnya bisa meresap hingga saraf dan sumsum tulang," kata Jatmika.
Jenis bambu lain yang sudah tergolong langka adalah bambu tutul. Diameter bambu ini lebih kurang 9 cm. Uniknya, bambu ini memiliki warna kuning emas dan tutul (bercak) hitam.
"Tutulnya itu kan membuat bambu tutul itu punya nilai estetik. Jadi bisa dipakai untuk bahan baku furnitur. Rantingnya saja bisa dimanfaatkan sebenarnya," kata Jatmika.
Sementara itu, bambu galuh, betung wulung, bambu tamiang, dan haur gereng adalah jenis-jenis lain yang tergolong langka. Dua jenis terakhir dikatakan Jatmika punya khasiat obat.
Jatmika mengatakan, penyebab kelangkaan ialah konversi lahan menjadi permukiman penduduk. Selain itu, juga adanya anggapan bahwa bambu adalah tanaman liar yang bebas dieksploitasi.
Upaya konservasi bambu mesti dilakukan. Menurut Jatmika, konservasi bambu tidak hanya akan memberi manfaat ekologis, tetapi juga ekonomis.
Yayasan Bambu Indonesia secara aktif telah melestarikan dan mengembangkan manfaat bambu. Ragam jenis bambu dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan hingga komponen utama rumah.

Jatmika, pemimpin Yayasan Bambu Indonesia, mengungkapkan, "37 jenis bambu di Jawa Barat kini sangat langka. Sudah sulit untuk ditemukan. Padahal dulu tersebar luas."
Ia mengungkapkannya Kamis (13/1/11) dalam acara penandatanganan nota kesepahaman program konservasi bambu oleh Yayasan KEHATI dan Alstom Indonesia, didukung oleh Yayasan Bambu Indonesia.
"Salah satunya adalah bambu eul-eul. Orang Sunda percaya, bambu ini bisa mengobati 41 macam penyakit. Bahan obatnya bisa meresap hingga saraf dan sumsum tulang," kata Jatmika.
Jenis bambu lain yang sudah tergolong langka adalah bambu tutul. Diameter bambu ini lebih kurang 9 cm. Uniknya, bambu ini memiliki warna kuning emas dan tutul (bercak) hitam.
"Tutulnya itu kan membuat bambu tutul itu punya nilai estetik. Jadi bisa dipakai untuk bahan baku furnitur. Rantingnya saja bisa dimanfaatkan sebenarnya," kata Jatmika.
Sementara itu, bambu galuh, betung wulung, bambu tamiang, dan haur gereng adalah jenis-jenis lain yang tergolong langka. Dua jenis terakhir dikatakan Jatmika punya khasiat obat.
Jatmika mengatakan, penyebab kelangkaan ialah konversi lahan menjadi permukiman penduduk. Selain itu, juga adanya anggapan bahwa bambu adalah tanaman liar yang bebas dieksploitasi.
Upaya konservasi bambu mesti dilakukan. Menurut Jatmika, konservasi bambu tidak hanya akan memberi manfaat ekologis, tetapi juga ekonomis.
Yayasan Bambu Indonesia secara aktif telah melestarikan dan mengembangkan manfaat bambu. Ragam jenis bambu dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan hingga komponen utama rumah.
Subscribe to:
Posts (Atom)